Jakarta

Otoritas Rusia mengeluarkan surat penangkapan terhadap istri mendiang pemimpin oposisi Alexei Navalny, Yulia Navalnaya (47). Pengadilan Rusia menuduhnya sebagai bagian dari kelompok ekstremis.

Dilansir Deutsche Welle (DW), Rabu (10/7/2024), saat ini Navalnaya tinggal di luar Rusia. Akan tetapi dia akan segera ditangkap jika ia Kembali ke negara itu.

Pengadilan di Moskow mengatakan telah “menyetujui permintaan penyidik dan memutuskan tindakan pencegahan berupa penahanan selama dua bulan.”

Navalnaya mengecam keputusan pengadilan tersebut dan mengatakan dalam sebuah pernyataan “Vladimir Putin adalah pembunuh dan penjahat perang. Dia pantas dipenjara.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan kepala staf Navalny, Leonid Volkov, menulis di X, bahwa surat perintah penangkapan dari “pengadilan Basmanny yang terkenal kejam” menunjukkan “pengakuan yang cukup besar atas tekad Yulia untuk melanjutkan perjuangan Alexei!”

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan surat perintah penangkapan terhadap Navalnaya “bertentangan dengan hasrat kebebasan dan demokrasi.”

Tekad Kuat Navalnaya

Navalnaya telah berjanji untuk melanjutkan perjuangan mendiang suaminya yang dianggap sebagai tokoh oposisi terkemuka dalam menentang Presiden Vladimir Putin.

Navalnaya adalah seorang ekonom. Dia menemani mendiang suaminya ketika dirawat di Berlin dan kembali bersama suaminya ke Moskow pada tahun 2021.

Alexei Navalny pernah menerima surat perintah penangkapan serupa saat dirawat di sebuah rumah sakit di Berlin, Jerman, akibat keracunan gasoline Novichok. Namun ia tetap bersikeras kembali ke Rusia. Setibana di Rusia ia ditangkap dan dijatuhi hukuman atas tuduhan ekstremisme dengan hukuman 19 tahun penjara.

Alexei Navalny meninggal dalam tahanan di sebuah penjara di Arktik pertengahan Februari tahun ini saat berusia 47 tahun.



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *