Muncul Keluhan Penumpang Tak Tertib Kala Pengguna Tembus 100.000/Hari




Jakarta

PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat jumlah penumpang meningkat menjadi lebih dari 100.000 in line with hari. Peningkatan itu membuat jumlah keluhan penumpang tidak tertib juga naik.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Mega Natangsa Tarigan, awalnya menjelaskan bahwa kampanye kesadaran masyarakat yang didorong pihaknya sejak 2019 saat ini meningkat. Jika pada 2019 jumlah penumpang 86.000 in line with hari, saat ini tembus 100 ribu in line with hari.

“Wah berarti ada tambahan 15.000 orang yang dulu tidak naik sekarang naik,” ucap Mega di Kantor MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan meningkatnya jumlah penumpang, Mega mengatakan, pengguna yang belum terbiasa dengan tata cara serta budaya bertransportasi publik yang baik juga meningkat. Hal ini tercermin dari meningkatnya keluhan tidak tertibnya penumpang lain.

“Yang sekarang naik mungkin belum terbiasa terkait regulations transportasi publik yang baik. Jadi tradition yang mulai terbentuk, consciousness pengguna, kita alami dengan munculnya pengguna-pengguna lain tidak tertib,” jelasnya.

Meski tidak merinci jumlah laporan yang diterima, Mega mengatakan, ada berbagai jenis keluhan yang disampaikan para penumpang, mulai dari tidak antre di jalur yang sediakan, minimnya kepekaan sosial untuk menggunakan elevate prioritas bagi ibu hamil, disabilitas, dan lanjut usia (lansia), sampai penggunaan tempat duduk prioritas di kereta.

“Tempat duduk di kereta, temen-temen juga tahu ada space khusus yang memang di-reserve, tapi masih ada saja yang tidak prioritas yang duduk di situ. Jadi perilaku-perilaku seperti itu yang seperti ini mungkin bagi pengguna reguler melihat yang tidak reguler masih ga peka, jadi komplen,” jelasnya.

Untuk menyiasati hal tersebut, MRT Jakarta menggaungkan kampanye #PastiBisa Tertib Bersama. Kampanye ini digaungkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap etika bertransportasi publik.

Kampanye ini digaungkan di berbagai medium, mulai dari mural di stasiun lewat gambar-gambar lucu, hingga unggahan di media sosial. Tujuan akhirnya adalah untuk menyentil pengguna untuk tertib menggunakan MRT Jakarta.

“Di stasiun kita kerja sama dengan komikin untuk meng-seize fenomena-fenomena lucu dalam bentuk yang lebih jenaka, menyentil, supaya timbul consciousness pengguna baru. Kemudian juga di sosmed juga kita sampaikan di aplikasi,” pungkasnya.

(ada/ara)



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *