Pertama di RI! Kapal Tanker ‘Disulap’ Jadi Fasilitas Migas di Laut Natuna

By oli665 Jul 4, 2024 #kapal tanker #migas



Jakarta

Industri hulu migas Indonesia mencetak sejarah baru. Sebuah kapal tanker bakal dikonversi menjadi Floating Garage Manufacturing and Offloading (FPSO) atau unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung.

Proyek itu terlaksana di kawasan galangan kapal Pan Ocean PT Dok warisan Pertama di Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gasoline Bumi atau SKK Migas, mengatakan proyek konversi kapal tanker menjadi FPSO tersebut adalah yang pertama di Indonesia.

“Proyek konversi kapal tanker ke FPSO ini merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia, dilakukan oleh pekerja lokal dan telah masuk pada fase Commissioning atau fase pengetesan secara parsial,” tulis SKK Migas dalam keterangan resmi, Kamis (4/7/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SKK Migas menuturkan bahwa proyek itu dilakukan untuk menampung minyak gasoline bumi proyek forel yang dihasilkan dari Natuna, Kepulauan Riau. FPSO memiliki kapasitas produksi 250 Ribu BOPD (barel oil in step with day) dan diberi nama FPSO Marlin Natuna.

Lembaga yang bertugas mengelola industri hulu migas itu menjelaskan bahwa inspeksi langsung juga dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersama jajaran manajemen. Dwi meninjau seluruh fasilitas FPSO termasuk fasilitas penginapan bagi para pekerja yang nanti akan bekerja.

Industri hulu migas Indonesia mencetak sejarah baru. Sebuah kapal tanker bakal dikonversi menjadi Floating Storage Production and Offloading (FPSU) atau unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung.Foto: Dok. SKK Migas

Dwi mengatakan pembangunan atau koversi Kapal Tangker ke FPSO merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energi dalam meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gasoline guna mendukung ketersediaan energi nasional. Proyek konversi tanker menjadi FPSO pun sudah rampung 80%.

“FPSO ini dibangun untuk peningkatan produksi gasoline dan direncanakan akan sail away (berlayar) pada Agustus, dan digunakan pada saat proyek Forel Onstream di kuartal IV-2024, ” jelasnya.

Direktur & Leader Running Officer Medco Energi Ronald Gunawan, menjelaskan bahwa FPSO Marlin Natuna bakal digunakan pada proyek forel space di Kepulauan Natuna dengan kontribusi 10 Ribu BOPD. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan fasilitas produksi tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga proyek ini terus berjalan dengan aman,” ujar Ronald.

Ronald juga menjelaskan bahwa Medco E&P Natuna sedang melakukan pengeboran sumur lepas pantai atau offshore untuk mengembangkan lapangan gasoline West Belut dan Terubuk. West Belut diharapkan rampung di kuartal IV-2024, sementara lapangan gasoline Terubuk dijadwalkan selesai di kuartal III-2025.

(ara/ara)



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *