Pertamina Terus Cari Tambahan Cadangan Minyak di Blok Rokan, Ini Hasilnya

By oli665 Jul 1, 2024 #blok rokan #pertamina




Jakarta

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gasoline bumi (migas) di Blok Rokan. Salah satunya melalui kegiatan eksplorasi yang berhasil memberikan tambahan sumber daya dan cadangan migas di Blok Rokan.

EVP Upstream Trade PHR Andre Wijanarko mengatakan, PHR berkomitmen melakukan kerja pasti eksplorasi masif dan agresif yang meliputi 11 sumur eksplorasi, 1.000 km2 seismik 3-D dan 5 studi geologi dan geofisika (G&G) dengan general komitmen investasi yang direncanakan bernilai lebih dari US$ 140 juta.

“Pada 3 tahun pertama semenjak alih kelola, PHR sudah melaksanakan pemboran 7 sumur eksplorasi, di mana sumur eksplorasi pertama yakni Sidingin North-1 berhasil membukukan tambahan sumberdaya kontinjen dengan angka di tempat sebesar 31,5 juta barel minyak,” kata Andre dalam keterangannya, Senin (1/7/2024).

Selain itu, lanjut Andre, terdapat 2 sumur eksplorasi migas non konvensional (MNK) yakni Gulamo dan Kelok DET, yang merupakan sumur terdalam di wilayah Sumatera bagian tengah yang secara operasional sukses dan diharapkan akan memberikan tambahan sumber daya setelah kegiatan operasional dan evaluasi selesai dilaksanakan pengeboran.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kegiatan operasi pemboran 4 sumur eksplorasi lainnya migas konvensional, yakni Pinang East, Mibasa, Sihangat dan Astrea masih berlangsung dan bahkan pada tahapan ini sudah menunjukkan hasil yang positif dan sedang menunggu uji kandungan lapisan maupun dilanjutkan ke tahapan produksi,” jelasnya.

“Pemboran eksplorasi Rokan sebetulnya telah dimulai tahun lalu (2023) dan hasil uji kandungan berupa aliran minyak 300 BOPD pada lapisan baru (tight sand) sumur Sidingin North-1, saat ini sedang proses penentuan standing Eksplorasi bersama dengan sumur Pinang East-1,” tambahnya.

Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan, pemboran eksplorasi PHR adalah bentuk realisasi Komitmen Kerja Pasti (KKP) tahun 2021-2026 yang harus dilaksanakan mengingat Blok Rokan sebagai SDA (non-renewable) yang sudah hampir satu abad memberikan sumber minyak dan gasoline bagi bangsa masih bisa terus diupayakan hasilnya.

“Sebagai operator yang kegiatan operasinya diawasi oleh pemerintah melalui SKK Migas, kami apresiasi PHR telah menunjukkan upaya nyata sejak awal operasi masifnya, baik jumlah pengeboran di house ()current() (telah ada), maupun house sumur-sumur eksplorasi baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan minyak bumi yang targetnya berbeda dari lapisan sebelumnya. Kegiatan ini adalah bagian dari wujud komitmen KKP selama 5 tahun sebesar USD 500 juta,” terang Rikky.

Rikky menjelaskan, bagian KKP PHR lainnya yang sudah disetujui adalah program Eksploitasi melalui teknologi (Enhanced Oil Restoration) (EOR) yang telah disetujui.

“Kita harapkan program EOR bisa menggenapkan penyelesaian komitmen KKP, sehingga menjadi ()milestone() penting peningkatan produksi PHR di Blok Rokan untuk goal nasional 1 Juta barel consistent with hari tahun 2030,” ujar Rikky.

Tak hanya kinerja positif pada pemboran sumur eksplorasi, PHR juga secara aktif melakukan evaluasi geologi dan geofisika bawah permukaan untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang selama ini terlewat, khususnya potensi goal dangkal atau Low High quality Reservoir (LQR). Dengan penggunaan konsep dan teknologi baru, tambahan sumber daya di tempat yang berhasil dibukukan sebesar 70 juta barel minyak sumber daya terambil atau sebesar 320 juta sumber daya di tempat melalui penemuan struktur Mindal Emas.

Andre melanjutkan, akuisisi information geofisika baru juga tidak kalah penting. Dengan menggunakan perangkat berteknologi tinggi, operasi akuisisi seismik 3-D merupakan operasi yang rumit dengan melibatkan lebih dari 1.000 orang (kru) selama proses berlangsung.

“Meski demikian, kinerja kegiatan akuisisi seismik 3-D sangat baik dari sisi keselamatan kerja dan keandalan operasi, dengan general penyelesaian akuisisi information saat ini seluas 552 km2,” katanya.

PHR saat ini, kata Andre, juga tengah menyiapkan program berikutnya seluas 358 km2 yang akan dieksekusi di akhir tahun 2024, dan diharapkan selesai di tahun 2025. “Dengan melakukan evaluasi seismik 3-D baru ini, diharapkan akan ditemukan prospek-prospek ukuran besar ‘giant fish’ yang bisa mendukung pencapaian produksi migas nasional di masa yang akan datang,” katanya.

(acd/ara)



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *