PGN Genjot Distribusi Fuel Domestik Lewat Proyek Pipeline & Past Pipeline

By oli665 Jul 11, 2024 #gas #pgn #pipeline




Jakarta

Subholding Pertamina, PT PGN Tbk memastikan bakal erus mendukung upaya pemerintah alam memenuhi kebutuhan fuel bumi nasional. Upaya menjaga keamanan provide dilaksanakan PGN melalui integrasi infrastruktur dan proyek strategis yang disiapkan menitikberatkan pada efisiensi serta efektifitas logistic price penyaluran fuel bumi.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari mengatakan bahwa PGN tetap mengembangkan core trade yang sudah melekat dalam diri PGN yang terkait dengan pengembangan proyek transmisi dan distribusi fuel bumi. Maka proyek pipanisasi fuel bumi dan pengembangan infrastruktur past pipeline beserta infrastruktur pendukungnya menjadi fokus pengembangan di PGN. Pengguna fuel bumi juga akan mendapatkan akses yang inexpensive apabila infrastruktur fuel bumi semakin berkembang di berbagai wilayah.

Dia menambahkan PGN akan terlibat dalam sejumlah proyek strategis diantaranya proyek pipa fuel WNTS-Pemping untuk menyalurkan fuel dari Lapangan Natuna ke pasar dalam negeri. PGN juga menyambut penyelesaian proyek jaringan fuel Cirebon – Semarang tahap II dan bakal bersinergi dengan pemerintah untuk membawa fuel dari Jawa Timur ke Jawa Barat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Terdapat inisiatif bisnis baru untuk pengembangan Pipa Cisem II di mana kami akan membangun Pipa Distribusi Tegal-Cilacap menuju Refinery Unit IV Cilacap sepanjang ± 130 km,” kata Rosa dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).

Dia menjelaskan pengembangan lainnya yaitu proyek infrastruktur fuel di kilang Tuban dan pembangunan infrastruktur pipa untuk mendukung pabrik pupuk di wilayah Timur Indonesia. Tidak hanya di Jawa, interkoneksi pipa yang akan dijalankan adalah Pipa Dumai-Sei Mangkei melalui dukungan Pemerintah dengan APBN, Pipa Duri-Balam, Duri-Petapahan, Pipa Bangkanai-Balikpapan, dan Pipa Bintuni-Fakfak. Menurutnya, melalui cara-cara tersebut diharapkan dapat menutup hole sumber pasokan yang disebabkan oleh infrastruktur pipa yang belum tersambung.

“PGN berkomitmen dalam menjaga keamanan pasokan menggunakan integrasi infrastruktur. Di sisi lain, kami menyusun pengembangan proyek strategis yang adaptif mengisi peluang bisnis ke depan. Tentu dengan mempertimbangkan skema logistik yang tepat dan efisien,” ujarnya.

“Sejalan dengan adanya penugasan regasifikasi ke Pertamina, apa yang dijalankan PGN hari ini sudah sejalan dengan upaya PGN dalam menguatkan dan mengintegrasikan pemanfaatan infrastruktur fuel pipa dan past pipeline. Dengan proyeksi provide fuel bumi ke depan yang akan didominasi dalam bentuk LNG sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, PGN terus melakukan penguatan pada infrastruktur LNG atau moda past pipeline agar dapat berkontribusi dalam menyeimbangkan provide dan call for fuel bumi home,” sambungnya.

Dia menjelaskan, salah satunya untuk saat ini, PGN melakukan revitalisasi Tanki LNG Hub Arun. Terminal ini terletak di jalur perdagangan strategis yang dekat dengan pasar LNG untuk Asia Tenggara maupun Asia Selatan.

“Pertamina selaku Protecting Migas memiliki aspirasi untuk mengembangkan terminal LNG Arun menjadi LNG Hub Chief di Asia. Salah satu tahapan awalnya sudah PGN mulai dengan revitalisasi kembali di salah satu tanki yaitu F6004 sejak akhir 2023 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024,” jelas Rosa.

Sementara itu untuk peran FSRU Lampung sampai dengan saat ini juga sangat esensial bagi Subholding Fuel Pertamina yang terintegrasi dengan Pipa South Sumatra-West Java (SSWJ). Kini, hasil regasifikasi LNG di FSRU Lampung dialirkan untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikkan dan industri yang kondisi demandnya semakin meningkat. Selain FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat menjadi spine kestabilan layanan dan enabler provide level LNG ketika kondisi pasokan fuel mengalami fluktuatif.

Dia menjelaskan pihaknya juga menerapkan skema past pipeline (transport) juga menjadi langkah yang possible untuk wilayah Indonesia Timur. Hal itu didasari karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Kemudian untuk sekaligus mendorong komersialisasi LNG, PGN masuk ke bisnis LNG Buying and selling dan menambah fasilitas LNG diantaranya Bontang LNG Bunkering, Teluk Lamong LNG, serta Terminal LNG Bunkering untuk sektor Marine Gas.

“Upaya PGN baik pipeline maupun past pipeline memerlukan sinergi yang selaras dengan kepentingan seluruh stakeholder, pemerintah dan pengguna fuel bumi di sisi hilir. Dengan optimisme menghadapi tantangan yang dinamis, keseimbangan provide dan call for diharapkan terjadi pada tahun 2030. PGN juga mendorong agar pengguna baru terus tumbuh,” pungkasnya Rosa.

(akn/ega)



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *