Telkom Bidik Digitalisasi Pembayaran Pemerintahan-Sekolah

By oli665 Jul 11, 2024 #finnet #telkom




Tangerang Selatan

Finnet, anak perusahaan Telkom, menargetkan dapat melakukan digitalisasi pembayaran di sektor pemerintahan. Sebab, masih banyak layanan pemerintah yang pembayarannya dilakukan secara guide.

Hal itu menjadi bagian dari rencana Finnet dalam mengembangkan sebagai platform cost gateway terpercaya.

“Kita mau perang itu tidak semua dimasuki, itu sangat tidak efektif, losing sources. Kita melihat saat ini coba sektor properti, jadi cari yang pemain yang nggak masuk,” ujar Direktur Endeavor Industry PT Finnet Indonesia, Aziz Sidqi di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (11/7/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemudian, sektor multi finance itu asuransi, yang meminjamkan untuk pembelian kendaraan. Itu masih ada peluang. Sekolahan juga, seperti bayar SPP masih menggunakan 1-2 financial institution, kalau ada kami itu gampang bayarnya,” jelasnya.

Selain itu, Aziz juga mengincar sektor pemerintahan yang beberapa layanan pembayarannya masih dilakukan guide. Contohnya, bayar nikah KUA dengan cara switch ke nomor rekening financial institution tujuan di mana harus mendatangi financial institution tersebut.

“Kebanyakan pemerintah itu (pembayaran) masih guide, seperti bikin paspor yang guide nanti virtual supaya jadi lebih mudah. Kemudian di KUA, orang mau menikah itu bayar guide. Jadi, ada beberapa pembayaran pemerintah itu guide,” tuturnya.

Aziz percaya Finnet dapat menggaet sektor-sektor tersebut menjadi kliennya. Terlebih, kata dia, Finnet memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pemain sejenis lainnya.

Sebagai informasi, Finnet didirikan pada 2006 dengan fokus menjalankan bisnis di bidang penyedia layanan pembayaran virtual. Secara komposisi kepemilikan saham Finnet ini 60% dimiliki Telkom dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Financial institution Indonesia (melalui PT Mekar Prana Indah) sebesar 40%.

“Sejak tahun lalu, Finnet ingin dikenal semua segmen industri, kalau sekarang dikenal virtual telco karena anak Telkom. Padahal, secara kemampuan kami bisa bersaing dan insya Allah lebih bagus dari yang lain,” ungkapnya.

“Karena kami BUMN, mudah-mudahan itu jadi salah satu aggressive benefit kami dibandingkan kompetitor lain. Untuk mengelola uang negara, masa sama merah putih nggak percaya, swasta apalagi yang asing,” pungkas dia.

Simak Video “Pakar Ingatkan Tumbangnya PDNS Jangan Jadi Ajang Lempar Tanggung Jawab
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)



Source link

By oli665

Rekomendasi untuk anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *